CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Senin, 28 Maret 2011

4. Manusia dan Keadilan

  • A. KEADILAN

Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama. Kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran terhadap proporsi tersbut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri, dan perasannya dikendalikan oleh akal. Lain lagi Pendapat Socrates yang memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah mersakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnnya dengan baik. Kong Hu cu berpendapat lain : Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila Ayah sebagai Ayah, bila Raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menurut hak dan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

  • B. KEADILAN SOSIAL

Dalam dokumen lahirnya Pancasila diusulkan oleh Bung Karno adanya prinsip kesejahteraan sebagai salah satu dasar negara.Selanjutnya prinsip itu dijelaskan sebagai prinsip “tidak ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka”. Dari usul da penjelasan itu nampak adanya pembaruan pengertian kesejahteraan dan keadilan. Bung Hatta dalam urainnya mengenai sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut “keadilan sosial adalah langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adildan makmur”. Selanjutnya diuraikan bahwa pemimpin Indonesia yang menyusun UUD 1945 percaya bahwa cita – cita keadilan sosial dalam bidang ekonomi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata. Langkah – langkah menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terperinci
Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementara 1966 memberikan perumusan sebagai berikut :
“ Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan”.
Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (ekaprasetia pancakarsa) dicantumkan ketentuan sebagai berikut :
“Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia”.

• Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni :

1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka bekerja keras
4. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

• Asas yang menuju dan terciptannya keadilan sosial itu akan dituangkan dalam berbagai langkah dan kegiatan, antara lain melalui tiga jalur yaitu :

1. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan.
2. Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
3. Pemerataan pembagian pendapatan.
4. Pemerataan kesempatan kerja
5. Pemerataan kesempatan berusaha
6. Pemerataan kesempatan berpatisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita
7. Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan

Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan / ketidakadilan setiap hari. Oleh sebab itu keadilan dan ketidakadilan, menimbulkan daya kreativitas manusia. Banyak hasil seni lahir dari imajinasi ketidakadilan, seperti novel, drama, puisi, musik dan lain – lain.

  • C. BERBAGAI MACAM KEADILAN

a. Keadilan legal atau Keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral,sedangkan sunoto menyebutkan keadilan legal. Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian – bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa adalah membagi – bagikan fungsi – fungsi dalam negara kepada masing – masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas – tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian.Misalnya, seorang pengururs kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacuan.

b. Keadilan Distributif

Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal – hal yang tidak sama (justice is done when equels are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andai kata Ali menerima Rp. 100.000,- maka Budi harus menerima Rp. 50.000. Akan tetapi bila besar hadian Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

c. Keadilan komunikatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dan masyarakat.

Contoh : Dr. Sukartono dipanggil seorang pasien, Yanti namanya. Sebagai seorang dokter ia menjalankan tugasnya dengan baik. Sebaliknya, Yanti menanggapi lebih baik lagi. Akibatnya, hubungan mereka berubah dari dokter dan pasien menjadi dua insan lain jenis yang saling mencintai. Bila Dr. Sukartono sudah berkeluarga mungkin keadaan akan baik saja, ada keadilan komutatif, Akan tetapi karena Dr. Sukartono sudah berkeluarga, hubungan itu merusak situasi rumah tangga, bahkan akan menghancurkan rumah tangga. Karena Dr. Sukartono melalikan kewajibannya sebagai suami, sedangkan Yanti merusak rumah tangga Dr. Sukartono.

  • D. PEMULIHAN NAMA BAIK

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati – hati agar namanya tetap baik. Lebih – lebih jika ia menjadi teladan bagi orang / tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya.
Ada peribahasa berbunyi “daripada berputih mata lebih baik berputih tulang” artinya orang lebih baik mati dari pada malu”. Betapa besar nilai nama baik itu sehingga nyawa menjadi taruhanya. Setiap orang tua selalu berpesan kepada anak – ankanya “jagalah nama keluargamu !” Dengan menyebut “nama” berarti sudah mengandung arti “nama baik”. Ada pula pesan orang tua “jangan membuat malu” pesan itu juga berarti menjaga nama baik. Orang tua yang menghadapi anaknya yang sudah dewasa sering kali berpesan “laksanakan apa yang kamu anggap baik, dan jangan kau laksanakan apa yang kau anggap tidak baik !”. Dengan melaksanakan apa yang dianggap baik berarti pula menjaga nama baik dirinya sendiri, yang berarti menjaga nama baik keluarga.
Penjaga nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan – perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.

• Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :

a. Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral
b. Ada aturan – aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahanya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Akhlak berasal dari bahasa Arab akhlak bentuk jamak dari khuluq dan dari akar kata ahklak yang berati penciptaan. Oleh karena itu, tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia. Untuk itu, orang harus bertingkah laku dan berbuat sesuai dengan akhlak yang baik. Ada tiga macam godaan yaitu derajat / pangkat, harta dan wanita. Bila orang tidak dapat menguasai hawa nafsunya, maka ia akan terjerumus ke jurang kenistaan karena untuk memiliki derajat / pangkat, harta dan wanita itu dengan mempergunakan jalan yang tidak wajar. Jalan itu antara lain, fitnah, membohong, suap, mencuri, merampok, dan menempuh, semua jalan yang diharamkan. Hawa nafsu dan angan – angan bagaikan sungai dan air. Hawa nafsu yang tidak tersalurkan melalui sungai yang baik, yang benar, akan meluap kemana – mana yang akhirnya sangat berbahaya.

  • E. PEMBALASAN

Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Sebagai contoh, A memberikan makanan kepada B. Di lain kesempatan B memberikan minuman kepada A. Perbuatan tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan. Dalam Al – Qur’an terdapat ayat – ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalsan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhan pun diberikan pembalasan yang seimbang, yaitu siksaan di neraka. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk moral dan makhluk sosial. Dalam bergaul, manusia harus mematuhi norma – norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia lain. Oleh karena tiap manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

sumber: http://www.nillanuru.co.cc/2010/06/manusia-dan-keadilan.html

Contoh Kasus:

GKI Imbau Jemaatnya Agar tidak Golput

JAKARTA--MI: Badan Pekerja Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) mengimbau jemaatnya yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa dan Bali agar tidak menjadi golongan putih (golput) pada Pilpres 8 Juli 2009.

Imbauan Badan Pekerja Majelis Sinode GKI berupa Surat Gembala ditandatangani Sekretaris Umum Pdt Dr Lazarus H Purwanto dan Ketua Bidang Kesaksian dan Pelayanan Pdt Dr Albertus Patty di Jakarta, Minggu (5/7).

GKI mendorong jemaat agar berpartisipasi memanfaatkan hak politik. Pilpres ini berguna untk membangun demokrasi. Dalam kaitan ini, keadilan, kesetaraan, hak azasi manusia dan kebebasan setiap warga negara dihormati.

GKI mengajak pula agar jemaat tidak perlu mengikuti imbauan segelintir oknum yang menyerukan menjadi golput demi kepentingan sesaat. Jemaat GKI harus menyadari bahwa saat berpartisipasi dalam pilpres, ada hal lain yang lebih penting daripada sekadar mencentang.

Karena itu, imbauan diarahkan dengan maksud bahwa demokrasi tidak hanya dibangun oleh presiden dan wapres atau bahkan para wakil rakyat di parlamen. "Demokrasi hanya bisa dibangun ketika semua komponen bangsa Indonesia berpartisipasi dengan mengawasi maupun mengkritisi proses politik, termasuk menyikapi berbagai kebijakan politik dari eksekutif dan legislatif," kata Lazarus.

Menurut dia, setiap jemaat GKI perlu dibekali pendidikan politik agar menyadari hak dan tangggung jawab sehingga mampu berperanserta dalam kehidupan politik demi memperkuat sistem dan budaya demokrasi demi kebaikan Indonesia ke depan.

"Gereja pun harus aktif membangun relasi dan kerjasama dengan kekuatan-kekuatan masyarakat yang memperjuangkan demokratisasi, seperti kelompok lintas agama dan lintas iman, koalisi perempuan, kelompok anti korupsi serta komponen yang memperjuangkan tegaknya hak azasi manusia," tambahnya.

Imbauan yang sama juga disampaikan Pdt Hendra saat memimpin ibadah Minggu pagi di GKI Samanhudi Jakarta. Dia menganjurkan jemaatnya mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada 8 Juli 2009.

"Hak politik itu harus dimanfaatkan untuk menentukan pemimpin lima tahun mendatang. Silahkan memilih dari tiga pasangan calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres) siapa yang layak dipercayakan bertangggungjawab terhadap Indonesia. Perhatikan figurnya dan jangan lihat partai politik pengusung," katanya.

Pdt Hendra mendoakan pelaksanaan pilres berlangsung aman, lancar dan sukses. "Puncak pesta politik Indonesia ini menentukan masa depan Indonesia. Jadi harus dewasa dalam menentukan pilihan tepat," katanya. (Ant/OL-07)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/webtorial/20090511_electiononline/?ar_id=NTY5MA==


Pemecahan Permasalahan:

Kasus ini merupakan kasus lama, oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang mempengaruhi para pemuka agama serta tokoh masyarakat agar tidak berperan serta dalam pilpres. hal semacam merupakan bukti nyata bahwa di negara kita rasa keadilan yang kita rindukan tidak bisa diharapkan. cara-cara yang curang dilakukan ketika pilpres.dalam hal ini sebenarnya agar tidak terpengaruh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam mempengaruhi masyarakat kita diharapkan berpartisipasi serta bersatu, semua lintas agama dan semua kelompok diharapkan bersatu dan berperan aktif dalam pilpres,sehingga tercipta rasa keadilan bagi seluruh masyarakat indonesia. (Pramudya Sigit Prasetyo)






















Selengkapnya...

Minggu, 27 Maret 2011

3. Manusia dan Penderitaan

Pengertian Penderitaan

Ngomongin penderitaan berarti kita harus tau arti kata terlebih dahulu. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencpai kenikmatan dan kebahagiaan.

Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasman, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akiabt siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yagn sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, keakitan, kegagalan. Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Kekalutan Mental

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :

  1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
  2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :

  1. gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmana maupun rokhani
  2. usaha mempertahankan diri dengan cara negative
  3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalam gangguan

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :

  1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
  2. terjadinya konflik sosial budaya
  3. cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negative. Posotf; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya. Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami fustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk fustasi antara lain :

  1. agresi berupa kamarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hypertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya
  2. regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitive atau kekanak-kanakan
  3. fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu
  4. proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negative kepada orang lain
  5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
  6. narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain
  7. autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yagn dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :

  1. kota – kota besar
  2. anak-anak muda usia
  3. wanita
  4. orang yang tidak beragama
  5. orang yang terlalu mengejar materi

Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :

  1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
  2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawain atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain-lain.

sumber: http://www.ujank.web.id/Coretan-Tugas/manusia-dan-penderitaan.html


Contoh Kasus:

Narkoba di Tengah Artis Idola

Aktor kawakan Roy Marten, yang pernah membintangi film ‘Roda-roda Gila’ ini memang tengah apes. Polisi memergokinya ketika pria kelahiran 1 Maret 1952 bernama asli Wicaksono Abdul Salam ini tengah nyabu (istilah beken jika tengah menikmati shabu-shabu). Selain tertangkap telah menikmati narkotika jenis psikotropika itu, polisi juga menemukan barang bukti berupa 2 gram shabu-shabu di lokasi kejadian. Roy Marten ditangkap Kamis (2/2) di daerah Ulujami, Jakarta Selatan. (http://waspada.co.id, 03/02/06)

Kasus selebriti yang pake narkoba emang bukan yang pertama terjadi di negeri kita. Sebelum Roy Marten, sejumlah seleb pemakai narkoba yang ketangkep aparat terus kudu nginep di LP terekam rapi oleh media massa. Ada komedian Sudarmaji alias Doyok, Polo yang udah dua kali masuk bui, Ibrahim Azhari alias Ibra Azhari (adik kandung Ayu Azhari) atau Derri ‘4 sekawan’. Di kalangan seleb cewek ada Zarima sang ‘ratu’ ekstasi dan Ria Irawan yang terbukti menjadi pengedar sekaligus pemakai Dan masih banyak lagi.

Di luar negeri, seleb yang doyan pake narkoba juga bejibun. Mulai dari para personel The Beatles atau Guns N Roses sampe yang tewas lantaran over dosis seperti dialami oleh Brian Jones dari Rolling Stone atau gitarist legendaris, Jimmy Hendrix dan pentolan Nirvana, Curt Cobain. Bahkan putri Ozzy Osborena mengatakan “Saya ingin semua orang tahu bahwa jika kalian pikir wanita-wanita pirang (selebritis) itu bukan pecandu narkoba, percayalah, mereka pecandu. Karena saya pernah memakai narkoba bersama mereka,” aku Kelly blak-blakan seperti detikhot lansir dari Contact Music, Kamis (11/8/2005). Tuh kan!

Kenapa seleb pake narkoba?

Secara mental ternyata nggak sedikit selebriti yang belon siap dengan popularitasnya kemudian pake narkoba sebagai pelariannya. Terutama kesiapannya dalam menghadapi beban-beban psikologi yang menjadi konsekuensi profesinya. Di antaranya:

Pertama, toleransi antar teman. Berdasarkan penuturan selebriti yang udah sembuh dari kecanduan narkoba kebanyakan mengaku dirinya dulu mengonsumsi barang haram itu lantaran bujukan teman. Banyak di antara mereka yang terang-terangan menolak menggunakan bubuk atau pil setan itu, karena sadar benar akan akibatnya. Tetapi mereka yang ‘hard to say no’ dengan bujukan teman, akhirnya terperangkap dalam fatamorgana (Suara Merdeka, 03/08/05).

Kedua, untuk menggenjot kreativitas demi memenuhi permintaan fans. “...ketika baru memakai, kami merasa menjadi sangat hebat karena dalam sehari bisa menciptakan puluhan lagu. Kami merasa sangat luar biasa berkat narkoba. Tanpa kami sadari, hidup kami sedikit demi sedikit dihancurkan oleh barang haram itu,” ungkap Bimbim ‘Slank’. (idem)

Ketiga, kurang pede menghadapi tuntutan fans. “Semula aku pakai biar lebih pede aja ketika nyanyi di atas panggung. Kebayang nggak sih, nyanyi di depan ribuan orang yang mengelu-elukan kita. Kadang tiba-tiba kita merasa menjadi sangat takut dan kecil. Ketika memakai narkoba, aku menjadi lebih santai dan nggak peduli dengan jumlah penonton yang membludak. Penampilanku menjadi lebih baik di atas panggung. Tapi hidupku hancur,” kenang Ari Lasso mantan vokalis Dewa 19. (idem)

Sobat, secara umum sepertinya beban psikologi terberat yang dihadapi setiap selebriti adalah perasaan takut kehilangan ketenaran yang menjadi sumber penghasilannya. Sehingga mereka merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan para pemujanya. Kondisi ini yang dikeluhkan Candil ‘Seurius’ dalam penggalan lirik ‘rocker juga manusia’: ‘...Mungkin orang menyangka ku tak pernah terluka/Tegar bagaikan karang, tabu cucurkan air mata/Kadang kurasa lelah harus tampil sempurna...’

Padahal, seleb juga manusia. Punya rasa punya hati alias punya keterbatasan. Nggak ada yang sempurna. Kalo nggak bisa terima keadaan ini, bisa berabe urusannya. Belum lagi ‘secuil’ iman yang masih nempel di hati juga jarang dirawat. Apalagi di-update. Walhasil, mudah termakan oleh mitos narkoba sebagai ramuan mujarab untuk meningkatkan percaya diri dan menghadirkan kemampuan yang tersembunyi. Kenyataannya, cuma fatamorgana. Ngerasa jadi hebat padahal mah lagi sekarat. Kacian deh situ!

Bagian dari gaya hidup seleb

Sobat, sepertinya penderitaan menjadi budak narkoba yang dituturkan Bimbim dan Kaka Slank, atau Ari Lasso gak ngefek ama seleb yang laen. Ada aja yang nekat tetep make. Kita jadi mikir, mungkinkah narkoba sudah menjadi bagian dari gaya hidup dunia selebriti? Hmm... ada baiknya kita liat dulu. Yuk?

Kalo kita amati, ternyata proses terjadinya penggunaan narkoba itu sederhana banget. Asalkan ada peluang alias kesempatan, ada yang nyediain, dan ada duit, narkoba dengan mudah merajalela. Parahnya, tiga faktor ini semuanya akrab dalam kehidupan seleb. Masa’ sih?

Pertama, adanya peluang dan kesempatan. Sudah umum diketahui kalo kehidupan seleb deket dengan kegiatan pesta pora semisal clubbing atau dugem. Padahal tempat itu jadi lahan subur bagi para bandar buat mencari mangsa baru. Dengan penawaran masa promosi dan MLM alias Marketing Lewat Mulut, pengunjung yang penasaran bisa mencobanya secara gratis. Apalagi situasi pesta yang hingar-bingar bin hura-hura bikin orang gampang terlena untuk pake narkoba. Udah deh, kalo nggak kuat iman, bisa-bisa dapet door prize yang bertuliskan: “Selamat anda memenangkan paket “PUTAUW HOLIDAY”. Anda akan terbang dengan “INEX AIRLINES” menembus awan “SABU-SABU” menuju “LONG ISLAND” dan bermalam di “POLDA!” huehehe...

Kedua, ada yang nyediain. Saat ini, jaringan pengedaran narkoba udah ada di mana-mana. Nggak harus ke dikotek atau club malam, kalo udah kejerat, info keberadaan ‘BD’ alias bandar gampang dicari. Bisa janjian di sekolah, stasiun, terminal bis, mal, pasar, atau tempat-tempat umum lainnya. Malah sang bandar bisa sampe ngejar-ngejar pemakai yang insyaf biar tetep jadi pelanggannya.

Seperti penuturan bintang sinetron Novia Ardhana yang telah insyaf dan kini aktif di LSM Granat alias Gerakan Anti Madat. “...mereka pasti akan melakukan segala cara agar kita kembali dan menggunakan narkoba lagi. Saya sempat merasa ketakutan setiap kali teman-teman dulu yang sama-sama menggunakan narkoba mencari ke rumah. Tapi akhirnya mereka jera dan saya benar-benar terbebas dari narkoba,” ujar ibu satu anak itu. (Suara Merdeka, 03/08/05)

Ketiga, ada duit. Banyaknya uang dan materi yang dimiliki selebriti dengan mudah memancingnya mencicipi gaya hidup hedonis. Kehidupan yang memuja kenikmatan jasadi ini sangat akrab dengan narkoba. Lantaran narkoba pada waktu pertama penggunaannya, akan membuat pemakainya sangat euphor, senang dan bahagia sekali. Meski kelanjutannya timbul ketagihan, kecanduan atau adiksi. Tapi apa peduli mereka ketika hawa nafsu dan duit udah bicara, mereka tetep ngotot mengejar kenikmatan sesaat sebelum akhirnya kualat dan sekarat. Waduh!

Nah sobat, keliatan kan kalo gaya hidup seleb yang cenderung bebas dekat sekali dengan narkoba. Meski nggak semua seleb pake narkoba, namun kehidupan sekuler yang mereka geluti bisa menjadi bom waktu yang dengan mudah akan menghanyutkannya dalam dunia maksiat demi merengkuh kenikmatan sesaat yang bikin sekarat. Gaswat!

Yang lebih gawat lagi, media sering kali nggak nyadar kalo keakraban seleb dan narkoba yang mendominasi pemberitaan media sama saja dengan mensosialisasikan citra narkoba dan gaya hidup modern. Padahal selebriti adalah orang yang paling banyak diidolakan. Bagi penggemarnya, idola nggak cukup sebatas sosok yang dikagumi aja. Biar lebih afdol dan trendi, perlu sampe nyontek dandanannya, cara berbicara, sampe gaya hidupnya. Begitukah?

Kalo infomasi yang disajikan kepada pemirsa—terutama remaja—nggak seimbang dengan dampak buruk narkoba dan ketegasan hukuman dari pemerintah terhadap pemakai maupun pengedar narkoba, malah bisa bikin penasaran. Berabe banget kan?

Say no to Capitalism-Secularism

Sobat muda muslim, bahaya narkoba emang udah jadi masalah kita bersama. Nggak cuma bagi kalangan selebritis. Kalo kita cuek, lambat laun kita juga yang bakal ngerasain akibatnya. Nggak cuma si bandar atau pemakainya aja. Kalo kita peduli, selain pahala dari Allah Swt., kita juga bakal dapet bekal tambahan buat mewaspadai dan menghindari jebakan-jebakan yang bisa menjerumuskan kita dan orang-orang yang kita sayangi.

Salah satu cara untuk membatasi penggunaan nakoba adalah memutus mata rantai peredarannya dengan menghancurkan pabriknya terus disegel alias ditutup. Kalo perlu, peralatannya dihancurin biar nggak dicontek atau dipake lagi ama orang laen. Dalam hal ini, negara paling bisa diandelin. Tapi dengan catatan, nggak boleh tanggung-tanggung ngeberantasnya. Jangan kayak yang udah-udah, yang digerebek cuma sampe para pelaku dan bandar kelas teri jengki. Sementara bandar-bandar kelas kakapnya yang dapet perlindungan oknum aparat enak aja lenggak-lenggok menjajakan barang dagangannya.

Nah, biar negara bisa diandelin kita wajib nyadar kalo benih-benih kehancuran masyarakat kita masih mungkin terjadi selama aturan Islam dijauhkan dari kehidupan. Sengsaranya hidup di bawah naungan sekulerisme dengan mudah mendorong orang untuk pake narkoba sebagai pelarian. Keuntungan dari bisnis narkoba yang menggiurkan bikin air liur para peracik, bandar, pengedar, sampe kurir tak mau berhenti menetes. Meski udah sering keluar masuk bui. Euleuh-euleuh teu kapok-kapok nya?

Ya, kalo mau pada kapok harusnya pemerintah jangan tetep ngotot pake aturan sekulerisme-kapitalisme dong. Buang jauh-jauh tuh aturan hidup buatan manusia yang belumuran hawa nafsu itu ke dalam recycle bin alias tempat sampah. Bakar, abunya dikumpulin, terus buang deh ke laut. Sebagai gantinya, pake aturan Islam yang udah pasti mujarab untuk ngatasin setiap persoalan hidup kita.

Khusus untuk kasus narkoba, sistem sanksi dalam Islam mengelompokkannya dalam perbuatan-perbuatan yang membahayakan akal. Sebagai hukumannya, di antaranya, : “Setiap orang yang menjual, membeli, meracik, mengedarkan, atau menyimpan nakotika, maka ia akan dikenakan sanksi jilid (cambuk) dan dipenjara selama 5 tahun, ditambah dengan denda yang nilainya ringan” (Sistem Sanksi dalam Islam, Hlm 294)

Penerapan syariat Islam oleh negara juga akan meminimalisasi dorongan orang untuk pake narkoba sebagai pelarian dari persoalan hidupnya yang tengah dihadapi. Lantaran individu masyarakat nggak sendiri ngadepin setiap masalah hidupnya, negara punya tanggung jawab besar untuk membantunya sampe masalahnya kelar.

Itu sebabnya, masuk akal dong kalo kita sama-sama mengkampanyekan penerapan syariat Islam sebagai undang-undang negara. Biar masalah nakoba maupun masalah laen yang diakibatkan negara salah urus rakyatnya tak lagi membuat hidup kita sengsara. So, nggak cuma say no to drugs, tapi juga say no to capitalism-secularism.



sumber: http://www.dudung.net/artikel-bebas/narkoba-di-tengah-artis-idola.html

Pemecahan Permasalahan:

narkoba memang membuat manusia menderita,tidak hanya menderita secara fisik,secara mental pun para korban-korban pecandu sangat menderita.lebih-lebih sekarang para publik figur,seperti artis yang diidolakan para masyarakat indonesia terjerat kasus ini, baik yang tua maupun yang muda,seakan-akan sudah menjadi kebutuhan pokok.hal semacam ini harus segera ditanggulangi secepatnya mengingat bukan hanya satu atau dua kasus saja dalam setahun,grafif peningkatan pengguna narkoba dikalangan artis meningkat setiap tahunnya.

narkoba memang membuat manusia menderita,tidak hanya menderita secara fisik,secara mental pun para korban-korban pecandu sangat menderita.lebih-lebih sekarang para publik figur,seperti artis yang diidolakan para masyarakat indonesia terjerat kasus ini, baik yang tua maupun yang muda,seakan-akan sudah menjadi kebutuhan pokok.hal semacam ini harus segera ditanggulangi secepatnya mengingat bukan hanya satu atau dua kasus saja dalam setahun,grafif peningkatan pengguna narkoba dikalangan artis meningkat setiap tahunnya.
Mengingat sudah menjamurnya pengaruh Narkoba diberbagai kalangan maka Penanggulangan Narkoba sangatlah penting, guna untuk menjaga generasi penerus bangsa.
Cara terbaik untuk mencegah kecanduan terhadap Narkoba adalah dengan tidak mengkonsumsi kembali obat-obat terlarang, nah perlunya pihak dokter, layanan masyarakat, keluarga memberikan penjelasan secara detail efek dari obat terlarang dalam dosis berlebih terhadap tubuh kita.
Nah apabila Anda perlu mengambil lebih banyak dosis diluar yang telah dianjurkan karena penyakit kambuh kembali, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda.
Orang tua dapat mengambil langkah-langkah berikut dalam membantu Penanggulangan Narkoba khusus bagi anaknya :
•Komunikasi, sering berbicara antar orang tua dan anak, dengan memberikan informasi tentang resiko penggunaan dan penyalahgunaan Narkoba atau obat-obat terlarang.
•Dengarkan, Jadilah pendengar yang baik bagi orang tua bila anak-anak sedang berbicara mengenai tekanan antar sebaya mereka, maka anak akan mendukung dalam penolakan terhadap Narkoba.
•Jadilah Contoh Yang baik, mencontohkan pengaruh buruk terhadap anak, khususnya ketergantungan kepada obat terlarang, akan berdampak sangat buruk bagi perkembangan hidupnya, dan efeknya akan lebih cepat untuk kecanduan Narkoba.
•Jagalah keharmonisan keluarga, memperkuat hubungan dalam keluarga itu sangat diperlukan, karena bila anak dikucilkan dalam keluarga, maka dia akan merasa asing, sendirian dan biasanya obat terlaranglah sebagai penghilang rasa sakit yang diderita oleh si anak.
Tujuan dari program terapi kecanduan obat pada umumnya adalah agar si pasien berhenti menggunakan obat-obat terlarang secepat dan se aman mungkin, cara penanggulangan Detoxification secara bertahap akan mengurangi dosis obat atau zat kimia seperti methadone yang memiliki efek samping yang tidak terlalu parah bagi tubuh. Untuk beberapa orang, mungkin lebih aman bila menjalani proses program Rehabilitasi rawat jalan.
Beberapa bentuk penanggulanan Narkoba tambahan setelah Detoxification :
•Konseling, pasien atau keluarga melakukan konsultasi kepada psikolog, atau psikiater, nah kegiatan ini dapat membantu si pasien terhindar dari kecanduan obat-obatan, kebiasaan atau prilaku terapi yang dijalankan akan membantu si pasien apabila terjadi kambuh atau penarikan kembali terhadap obat-obatan.
•Program Perawatan, program perawatan ini termasuk pendidikan umum dan sesi terapi yang difokuskan pada pembentukan ketenangan dan pencegahan kecanduan kembali.
•Self help groups meeting, seperti pertemuan kelompok khusus untuk ketergantungan obat Narkoba tingkat satu. Dengan sharing secara personal permasalahan yang terjadi dapat meningkatkan harga diri dari si pasien, sehingga dapat mencegah dari kecanduan Narkoba.
Peer Education atau Pendidikan di kalangan anak muda, telah menjadi populer di berbagai Negara sebagai metode pendidikan dan pencegahan narkoba bagi anak muda.
Program ini beroperasi pada prinsip bahwa anak muda yang lebih mungkin untuk bisa menyebarkan informasi serta pendekatan lainnya dikalangan kaum muda lainnya. Pendidik dalam program ini, melatih khusus agar informasi positif bisa menyebar secara luas di lingkungan anak-anak muda.
Manfaat dari program ini secara luas berdampak positif dalam hal pengetahuan, keterampilan, pengembangan diri, sikap dan keyakinan.(Pramudya Sigit Prasetyo)

M

Selengkapnya...

2. Manusia dan Keindahan

Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keidahan identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, kedaerahan, selera mode, kedaerahan atau lokal.

Apakah keindahan Itu ?
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk.
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian; yakni

1. keindahan dalam arti luas
2. keindahan dalam arti estetis murni
3. keindahan dalam arti terbatas dalam pengertiannya dengan penglihatan

Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah, kebajikan yang indah. Bangsa Yunani juga mengenal keindahan dalam arti estetis yang disebutnya “symetria” untuk keindahan berdasarkan penglihatan dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran. Jadi pengertian keindahan seluas-luasnya meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna.

Nilai estetik.
Nilai yang berhubungan dengan segaa sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai adalah suatu relaitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.
Tentang nilai penggolongan yang penting adalah nilai instrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atu sebagai sesuatu tujuan, atau demi kepentingan benda itu sendiri.
Sebagai contoh :
Puisi. Bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik, sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda ) puisi itu disebut nilai instrinsik. Tarian damarwulan Minakjonggo merupakan nilai ekstrinsik, sedang pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.

Apa sebab manusia menciptakan keindahan ?

1. Tata nilai yang telah usang
2. Kemerosotan zaman
3. Penderitaan Manusia
4. Keagungan Tuhan

Renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis.
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini ialah bahwa “arts is an expresition of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia) Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.

Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisik merupakan salah satu contoh teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karyanya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dari teori seni. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi. Dan karyu seni yang dibuat manusia adalah merupakan mimemis (tiruan) dari ralita duniawi

Teori Psikologis
Teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757 -1805) dan Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) menurut Schiller, asal seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Dalam teori penandaan (signification theory) memandang seni sebagai lambang atau tanda dari perasaan manusia.

sumber: http://www.law-joker.co.cc/2011/03/manusia-dan-keindahan.html


Contoh Kasus:

RW KUMUH JAKARTA TIMUR 2010

Apakah anda tinggal di lingkungan yang padat? Bagaimanakah saluran air/drainase di lingkungan anda? Bagaimanakah pembuangan limbah di lingkungan anda? Apakah lingkungan anda tersebut sehat, nyaman, bersih, tertib, aman dan hijau?

Beberapa pertanyaan tersebut menjadi gambaran dibalik gemerlapnya Jakarta, dibalik gedung-gedung tinggi yang mencakar-cakar langit, dibalik mobil-mobil mewah yang lalu lalang dijalan. Jika kita melihat Jakarta lebih dalam, kita akan temukan keadaan yang sangat kontras.

Jakarta sebagai ibukota negara mempunyai infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan daerah lain. Pembangunan yang pesat baik dari segi fisik maupun non fisik menarik para pendatang untuk ke Jakarta. Pada umumnya para pendatang ini tidak memiliki modal ketrampilan dan bekal pendidikan yang cukup. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, mereka biasanya hanya mampu tinggal di lingkungan yang kumuh dan padat dengan kondisi bangunan yang tidak memadai. Selama bertahun-tahun, fenomena ini mengakibatkan munculnya pemukiman-pemukiman kumuh. Pemukiman kumuh ini biasanya berada di bantaran sungai, pinggir rel kereta api, ataupun di sekitar terminal/stasiun.

Mengatasi kondisi tersebut, Pemda DKI melakukan berbagai upaya untuk menata dan merehabilitasi lingkungan kumuh tersebut melalui dinas-dinas yang terkait seperti Dinas Tata Kota, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda dan BPLHD. Keberhasilan program pembangunan yang dilaksanakan oleh dinas-dinas tersebut terutama yang berkaitan dengan penataan lingkungan kumuh dapat dievaluasi dari data perkembangan jumlah dan persebaran areal kumuh di DKI Jakarta. Penjenjangan wilayah penanggulangan lingkungan kumuh akan lebih memudahkan pelaksanaan serta pemantauannya bila dimulai dari lingkungan yang kecil seperti Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT).

Program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Pengurangan RW Kumuh ini menjadi salah satu dari lima IKU (Indikator Kinerja Utama) dari para walikota dan bupati di wilayah provinsi DKI Jakarta kepada para pimpinan UKPD. Pembangunan yang berbasis masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa RW kumuh ini menjadi salah satu IKU. Pembangunan ini secara langsung melibatkan dan memberdayakan masyarakat. Hal ini sangat penting karena pembangunan di seluruh aspek dan sektor tidak akan berhasil tanpa peran serta masyarakat. IKU merupakan kontrak kinerja antara walikota/bupati dan para pimpinan UKPD yang pada waktu tertentu akan dicek, dimonitor dan dievaluasi, guna melihat kinerja dan prestasi para pimpinan UKPD tersebut. Dengan begitu dapat dilihat apakah mereka bekerja sesuai dengan target atau tidak.

Sasaran program penataan pemukiman kumuh oleh Pemprov DKI adalah untuk menurunkan luas pemukiman kumuh, menambah jumlah rumah susun untuk masyarakat golongan menengah ke bawah dan memperbaiki lingkungan pemukiman secara mandiri. Fungsi pengendalian pemerintah juga menjadi sangat penting karena ada masyarakat yang tinggal di lahan yang bukan miliknya. Munculnya pemukiman kumuh diawali dengan dibangunnya bedeng-bedeng sementara, namun karena dibiarkan dan tidak ada yang mengatur kepemilikan dan penataan bangunannya, lama kelamaan pemukiman itu menjadi kumuh. Rehabilitasi pemukiman kumuh tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga dibutuhkan peran aktif swasta dan masyarakat. Swasta dengan modalnya yang besar diharapkan dapat memperbaiki fasilitas infrastruktur di pemukiman kumuh dengan lebih mengedepankan aspek social daripada keuntungan ekonomi.

Kriteria RW kumuh

RW kumuh dibagi menjadi empat penilaian yaitu kumuh berat, kumuh sedang, kumuh ringan dan kumuh sangat ringan. Berdasarkan metodologi yang dilakukan oleh BPS, penilaian ini dilakukan dengan mengumpulkan beberapa jenis data yaitu :

1. Kepadatan penduduk

2. Tata letak bangunan

3. Keadaan konstruksi bangunan tempat tinggal

4. Ventilasi perumahan

5. Kepadatan bangunan

6. Keadaan jalan

7. Drainase/Saluran air

8. Pemakaian air bersih penduduk

9. Pembuangan limbah manusia

10. Pengolahan sampah

Penilaian dilakukan dengan cara menghitung indeks komposit berdasarkan variable-variabel yang dilakukan, sedangkan stratifikasi tingkat kekumuhan ditentukan berdasarkan metode standard deviasi atau simpangan rata-rata nilai (skor) terhadap standar deviasinya dari 10 variabel yang diteliti. Stratifikasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

1. RW kumuh berat dengan skor kurang dari 20

2. RW kumuh sedang dengan skor 21-28

3. RW kumuh ringan dengan skor 29-30

4. RW kumuh sangat ringan dengan skor 31-35

RW kumuh di Jakarta Timur

Jakarta Timur secara administratif mempunyai wilayah terluas dibandingkan kota administrasi lainnya di Provinsi DKI Jakarta, yaitu seluas ±188 km2 dan dibagi menjadi 10 kecamatan, 65 kelurahan, mempunyai kepadatan penduduk yang cukup tinggi yaitu 10.445 jiwa per km2. Keadaan ini dapat menjadi potensi bertambahnya lingkungan-lingkungan yang liar, tidak teratur dan pastinya kumuh apabila hal ini tidak menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data BPS tahun 2008, di Jakarta Timur saat ini masih terdapat 77 RW kumuh, terbagi dalam 2 RW kumuh berat, 52 kumuh sedang, 13 kumuh ringan dan 10 kumuh sangat ringan. 2 RW kumuh berat tersebut berada di kelurahan Klender (RW 02) dan kelurahan Cawang (RW 02).

Kondisi secara umum di pemukiman tersebut adalah prasarana, sarana, drainase dan penghijauannya yang belum optimal. Keadaan ini disebabkan beberapa factor seperti :

· kurangnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan pemukiman yang sehat,

· kurangnya intervensi pemerintah daerah untuk mengendalikan pembangunan perumahan pada RW-RW tersebut,

· kurangnya pemeliharaan lingkungan, penghijauan dan fasilitas umum,

· rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat

· masih lemahnya sosialisasi

Peranan pemerintah sangat penting untuk mengurangi RW kumuh ini. Ada beberapa program dan target yang diambil pemerintah kota Jakarta Timur, antara lain :

· mengurangi jumlah RW kumuh dari 51 menjadi 41 RW,

· meningkatkan pemberdayaan masyarakat di RW kumuh sehingga diharapkan masyarakat sadar akan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau,

· pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jaringan utilitas

Solusi yang diambil pemerintah untuk RW kumuh berat adalah dengan pembangunan rumah susun. Status penghunian rumah susun yang dibangun pemprov ini adalah sewa yang dikelola oleh UPT Pengelola Rumah Susun Dinas Perumahan Provinsi DKI Jakarta. Untuk RW kumuh sedang, ringan dan sangat ringan adalah dengan program MHT (Mohammad Husni Thamrin) I,II,III,IV. Dan kini namanya menjadi MHT Plus. Maksud “plus” disini adalah penataan lingkungan pemukiman tidak hanya penataan secara fisik tapi juga bagaimana penataan ini dapat meningkatkan kehidupan social ekonomi masyarakatnya. Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan swasta. Kerjasama ini dikenal dengan nama CSR (Corporate Social Responsible). Swasta dengan modalnya yang besar diharapkan dapat memperbaiki fasilitas infrastruktur di pemukiman kumuh dengan lebih mengedepankan aspek sosial daripada keuntungan ekonomi.


sumber: http://perencanaanjaktim.com/index.php?option=com_content&view=article&id=221:rw-kumuh-jakarta-timur-2010&catid=45:jakarta-timur-2010&Itemid=29


Pemecahan Permasalahan:

Masih banyak banget lingkungan kumuh di daerah Jakarta.

  • Pemecahan
  1. Hukum

Pemerintah sudah menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan cara:

- Membuang sampah pada tempatnya

- Membersihkan lingkungan dengan bergotong royong secara berkala

  1. Agama

Kebersihan adalah sebagian dari iman

Karena Allah SWT tidak suka dengan yang kotor, contohnya:

Kita solat harus di tempat yang suci atau tempat yang bersih.

  1. Sosial

Lingkungan yang kotor dapat menyebabkan munculnya penyakit-penyakit. Oleh karena itu mayarakat harus menyadari pentingnya kebersihan.

Kesimpulan

Pemerintah seharusnya lebih menyeluruh dalam menangani linkungan kumuh di daerah Jakarta dan masyarakat setempat harus menyadari tentang pentingnya lingkungan yang bersih. (Pramudya Sigit Prasetyo)


Selengkapnya...

Senin, 21 Maret 2011

1. Manusia dan Cinta Kasih


Manusia dan cinta sudah menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia membutuhkan cinta kasih untuk memenuhi hidupnya, tanpa cinta kasih mungkin hidup ini terasa sangat hambar dan kurang menarik. Walaupun cinta bisa membuat manusian sakit tapi cinta juga bisa membuat seseorang senang.

Cinta kasih tidak hanya kita dapatkan dari seorang kekasih tetapi kita bisa mendapatkan kasih sayang dari Allah swt , ibu dan ayah , saudara , teman , guru , dan lingkungan kita tinggal pun bisa memberikan kita cinta kasih.

Cinta Kasih Kepada Sesama Manusia

Cinta kepada sesama adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu:
1. Knowledge (pengenalan)
2. Responsibilty (tanggung jawab)
3. Care (perhatian)
4. Respect (saling menghormati)

Cinta berada di seluruh semua kebudayaan manusia. Oleh karena perbedaan kebudayaan ini, maka pendefinisian dari cinta pun sulit ditetapkan.
Para pakar telah mendefinisikan dan memilah-milah istilah ini yang pengertiannya sangat rumit. Antara lain mereka membedakan cinta terhadap sesama manusia dan yang terkait dengannya menkadi:

1. Cinta terhadap keluarga
2. Cinta terhadap teman-teman, atau philia
3. Cinta yang romantis atau juga disebut asmara
4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
7. Cinta akan sebuah konsep tertentu
8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Cinta antar pribadi manusia menunjuk kepada cinta antara manusia mempunyai beberapa undur yang sering ada dalam cinta antar pribadi tersebut yaitu :

a.Afeksi: menghargai orang lain
b.Ikatan: memuaskan kebutuhan emosi dasar
c.Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain
d.Reciprocation: cinta yang saling menguntungkan
d.Commitment: keinginan untuk mengabadikan cinta
e.Keintiman emosional: berbagia emosi dan rasa
f.Kinship: ikatan keluarga
g.Passion: nafsu seksual
h.Physical intimacy: berbagi kehidupan erat satu sama lain
i.Self-interest: cinta yang mengharapkan imbalan pribadi
j.Service: keinginan untuk membantu

sumber: http://mentariindahpermatasari.blogspot.com/2011/02/manusia-dan-cinta-kasih.html



Contoh:

Dua Kisah Kasih Ibu yang Mendonorkan Hatinya Buat Anaknya






Kisah I : Chen Yurong : Berjalan kaki sejauh 200 km Demi Selamatkan Anaknya
Wuhan - Meskipun usianya telah mencapai 55 tahun, seorang perempuan di China tengah berjalan kaki 10 kilometer setiap hari selama tujuh bulan agar bisa menurunkan berat badan dan menyelamatkan nyawa putranya.
Chen Yurong berjalan kaki lebih dari 2.000 kilometer secara keseluruhan setelah diberitahu bahwa putranya, yang berusia 31 tahun, Ye Haibin, memerlukan cangkok liver, tapi livernya sendiri tak cocok karena telah tertimbun sangat banyak lemak, kata beberapa dokter kepadanya pada Februari.
Dalam upaya membuat livernya "siap untuk pencangkokan", Chen berjalan di sepanjang tanggul sungai di dekat rumahnya di Kabupaten Jiang`an, Provinsi Hubei, setiap hari. Ia juga menjalani diet, dan hanya makan nasi serta sayuran. Akhirnya ia kehilangan 8 kilogram.
Pada 19 Oktober, para dokter mengatakan liver Chen telah mencapai standard bagi pencangkokan.
Dalam operasi selama 14 jam di Rumah Sakit Tongji di bawah Universitas Sains dan Teknologi Huazhong di Wuhan, ibu kota provinsi tersebut, pada Selasa (3/11), Chen memberikan sebagian livernya kepada putranya.
Chen telah memutuskan pada Desember tahun lalu untuk mendonorkan livernya kepada putranya, yang selama 18 tahun telah menderita penyakit Wilson, penyimpangan gen yang disebabkan oleh penimbunan tembaga secara berlebihan di dalam tubuh, yang dapat mengakibatkan kemerosotan fungsi liver.
"Operasi tersebut berjalan lancar," kata ahli bedah Chen Xiaoping, ahli pencangkokan organ tubuh. "Kami meninggalkan sebagian liver Ye, yang akan berfungsi bersama dengan bagian yang dicangkokkan."
"Secara teori, hidup Ye dapat diperpanjang untuk waktu yang lama," katanya. "Chen adalah ibu yang luar biasa."
Chen dan putranya diagambarkan berada dalam kondisi stabil di rumah sakit. Rumah sakit itu memutuskan untuk membebaskan ibu dan anak tersebut dari biaya operasi. sumber :(ANTARA/Xinhua-OANA)












Kisah II : Ibu Sulistyowati : "Jangankan Sebagian Hati Saya, Semua Akan Saya Kasihkan"


Surabaya- Mengetahui anaknya mengalami kelainan hati atau sirosis billier (tak terbentuknya saluran empeduyang menuju ke usus halus yang berakibat pengerasan liver), pasangan Bambang Sutondo Winarto (52) dan Sulistyowati (43), warga Desa/Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, sangat terpukul. Apapun cara pengobatan rela dilakukan, termasuk mendonorkan organ hati yang dimiliki.

Keputusan mendonorkan organ hati tersebut menjadi pilihan bersama antara Bambang dan Sulistyowati, istrinya. Hal itu demi kesembuhan Ramdan Aldil Saputra, anak semata wayangnya yang saat ini menginjak usia 3 tahun 4 bulan.

"Sebenarnya kami maju bersama, sama-sama mau mendonorkan hati. Tapi saat di Surabaya kemarin, kami diperiksa dan yang hatinya paling baik ibunya," ujar Bambang, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (8/2/2010).

Keputusan mendonorkan hati tersebut diakui sudah bulat, tanpa memiliki perasaan takut akan mengalami gangguan kesehatan. Dari serangkaian konsultasi dan pemeriksaan anaknya ke RSU dr Soetomo, wanita yang sehari-hari menjadi guru di SDN 1 Gandusari mengaku sudah banyak mendapat motivasi untuk donor.

"Kata dokter nggak apa-apa. Baik anaknya atau saya yang nanti mendonorkan hati, bisa tepat pulih sesuai awalnya, karena liver saya yang dipotong bisa tumbuh lagi," ujar Sulistyowati.

Sabtu (24-4) tim dokter RSU Soetomo melakukan cangkok hati terhadap ramdan dengan donor dari ibu kandungnya. Tim ini dibantu tim dari Oriental Organ Transplan Center (OOTC) Tianjin, Tiongkok, yang beorotindak sebagai knsultan dan advisr.

Setelah menjalani transplantasi, Kondisi ramdan berangsur-angsur membaik. Kondisi ibunya juga semakin membaik. Saat ditemui Nyata di Rumash Sakit, si ibu menyatakan,"Jangankan sebagiann hati sayA, semua akan saya kasihkan bila itu menyelamatkan hidup Ramdan. Saya siap dan sangat rela menukar kehidupan saya dengan Ramdan."

Sumber :detik Surabaya dan Nyata Tabloid


Sumber: http://indoslide.blogspot.com/2010/05/dua-kisah-kasih-ibu-yang-mendonorkan.html



Pemecahan Permasalahan:


Kisah diatas merupakan contoh wujud dari rasa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, tidak dapat dipungkiri bahwa seorang ibu rela melakukan apa saja demi kesembuhan anaknya,lihat saja kisah Chen,meski usianya sudah 55 tahun dia rela berjalan kaki 10 kilometer setiap hari selama tujuh bulan agar bisa menurunkan berat badan dan menyelamatkan nyawa putranya dan juga kisah ibu sulistyowati yang mana mereka berjuang demi kesembuhan anaknya. Kisah ini merupakan contoh cinta kasih antara ibu dan anaknya. 2 kisah yang mengharukan dan patut untuk diteladani. Tidak hanya antara anak ibu dan anaknya, wujud rasa cinta kasih sebenarnya harus diterapkan antara sesama manusia tanpa memandang perbedaan.






Selengkapnya...